Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari
bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi
khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik
lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu
muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi
lebih praktis.
Di zaman yang
sangat modern saat ini perkembangan teknologi terus berkembang. Karena
perkembangan teknologi akan berjalan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan yang
semakin tinggi. Teknologi diciptakan untuk memberikan kemudahan bagi kehidupan
manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan memberikan nilai yang
positif. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan
manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal
negatif.
Tablet dan smartphone adalah gadget
yang paling banyak digunakan saat ini karena ukurannya yang kecil, mudah di
bawa kemana-mana sehingga orang menganggap nya lebih praktis. Dibawah ini
terdapat beberapa contoh tablet dan smartphone



Gadget telah
menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tak terkecuali pada anak-anak.
Penggunaan gadget secara positif memang telah membantu anak-anak dalam
kesehariannya. Namun, tahukan Anda bahwa dampak gadget pada perkembangan anak
dapat juga mengarah ke hal yang negatif? Berikut adalah dampak positif dan negatif
gadget pada anak-anak.
Dampak
Positif Gadget pada Perkembangan Anak:
1. Membangun komunikasi yang terpisah jarak dan memantau keadaan sesama anggota keluarga.
2. Membantu orangtua untuk mengingatkan jadwal kegiatan anak.
3. Fitur gadget, seperti alarm atau reminder, bisa mengingatkan orangtua untuk meninggalkan rutinitas sejenak untuk bermain dengan anak.
4. Meningkatkan wawasan dan kemampuan berpikir strategi anak.
5. Mempelajari kemampuan berbahasa lain dengan cepat.
6. Membantu mencari data untuk tuga sekolah dengan bantuan internet pada gadget.
7. Sebagai sarana hiburan dengan berbagai software permainan.
Dampak Negatif Gadget pada Perkembangan Anak:
1. Menimbulkan ketergantungan teknologi pada anak yang menghambat aktivitas fisik. Hal ini menjadikan keterampilan motorik anak kurang terasah, yang pada akhirnya menimbulkan berbagai keluhan tentang kemampuan belajar anak karena konsentrasi yang menurun.
2. Membuat anak kurang mengeksplorasi dunia emosi pribadi yang menyebabkan kedalaman emosi kurang berkembang.
3. Kurangnya momen kebersamaan yang berkualitas karena orangtua dan anak sibuk dengan gadget masing-masing.
4. Kemampuan anak dalam bersosialisasi menjadi kurang baik dan menjadi antisosial karena sudah menemukan dunia sendiri.
5. Dengan bantuan internet dan tanpa pengawasan, anak bisa mendapat informasi yang tidak diperlukan bahkan berbahaya untuk mereka.
6. Rawan terjadi tindak kejahatan terhadap anak-anak dikarenakan para oknum yang tidak bertanggung jawab.
7. Dengan penggunaan gadget secara berlebihan dapat memperberat kerja otot mata dalam mengatur fokus, dan menimbulkan ketegangan mata. Hal ini dapat mempercepat timbulnya kelainan miopia (mata minus) pada anak-anak.
1. Membangun komunikasi yang terpisah jarak dan memantau keadaan sesama anggota keluarga.
2. Membantu orangtua untuk mengingatkan jadwal kegiatan anak.
3. Fitur gadget, seperti alarm atau reminder, bisa mengingatkan orangtua untuk meninggalkan rutinitas sejenak untuk bermain dengan anak.
4. Meningkatkan wawasan dan kemampuan berpikir strategi anak.
5. Mempelajari kemampuan berbahasa lain dengan cepat.
6. Membantu mencari data untuk tuga sekolah dengan bantuan internet pada gadget.
7. Sebagai sarana hiburan dengan berbagai software permainan.
Dampak Negatif Gadget pada Perkembangan Anak:
1. Menimbulkan ketergantungan teknologi pada anak yang menghambat aktivitas fisik. Hal ini menjadikan keterampilan motorik anak kurang terasah, yang pada akhirnya menimbulkan berbagai keluhan tentang kemampuan belajar anak karena konsentrasi yang menurun.
2. Membuat anak kurang mengeksplorasi dunia emosi pribadi yang menyebabkan kedalaman emosi kurang berkembang.
3. Kurangnya momen kebersamaan yang berkualitas karena orangtua dan anak sibuk dengan gadget masing-masing.
4. Kemampuan anak dalam bersosialisasi menjadi kurang baik dan menjadi antisosial karena sudah menemukan dunia sendiri.
5. Dengan bantuan internet dan tanpa pengawasan, anak bisa mendapat informasi yang tidak diperlukan bahkan berbahaya untuk mereka.
6. Rawan terjadi tindak kejahatan terhadap anak-anak dikarenakan para oknum yang tidak bertanggung jawab.
7. Dengan penggunaan gadget secara berlebihan dapat memperberat kerja otot mata dalam mengatur fokus, dan menimbulkan ketegangan mata. Hal ini dapat mempercepat timbulnya kelainan miopia (mata minus) pada anak-anak.
Dalam menyikapi
kemajuan teknologi saat ini termasuk gadget dalam lingkungan dan perkembangan
pada anak ada baiknya mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian gadget pada
anak. Dalam pemberian gadget dapat disesuaikan dengan perkembangan usia anak.
Tahap pengenalan
gadget pada anak berdasarkan usia adalah sebagai berikut.
Usia 2 s/d 4 Tahun
Dalam usia balita ini, anak-anak yang memulai berinteraksi dengan
komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Banyak aktifitas
dan situs yang bersesuaian dengan usia balita ini, melakukan surfing bersama
orang tua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan
keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa
mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional
antara sang anak dengan orang tua.
Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan
jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan
pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut
bukan berarti mereka bisa menggunakan Internet secara bebas. Yang terbaik
adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan
tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih
menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang
anak sepanjang waktu, selama kita yakin bahwa dia tengah berada di dalam sebuah
situs yang aman, layak dan terpercaya.
Usia 4 s/d 7 Tahun
Anak-anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri.
Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi
anaknya ketika menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus
mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi,
berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut,
maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah
direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka
saat pertama kali terhubung dengan Internet.
Anak-anak akan dapat mendapatkan pengalaman yang positif jika
berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Pokok
permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs
negatif, tetapi bagaimana caranya agar mereka dapat mengunjungi sebuah situs
tanpa menimbulkan rasa frustrasi atau ketidak-nyamanan sang anak.
Usia 7 s/d 10 Tahun
Dalam masa ini, anak-anak mulai mencari informasi dan kehidupan
sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana tekanan pertemanan dan
kelompok bermain menjadi pengaruh yang signifikan. Pada usia ini pulalah
anak-anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak-anak memang
harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tidak berarti tanpa
adanya partisipasi dari orang tua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di
awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas
melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang
search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun
menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak-anak. Pada masa ini, fokus
orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama
dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk
menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya
digunakan untuk aktifitas lainnya. Anak-anak membutuhkan variasi.
Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya
hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk membaca buku ataupun
menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah
dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang
disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu
online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar
mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit
mereka saja.
Usia 10 s/d 12 Tahun
Pada masa pra-remaja ini, banyak anak yang membutuhkan lebih
banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan
fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang
berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orang tua tidak hanya pada apa yang
mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas
orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan
berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada
kegiatan lain semisal olahraga dan membaca buku.
Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar
berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang
dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya.
Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Pada usia ini, sangatlah
penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa
tidak senua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bernilai, sebagaimana
belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai yang
positif.
Usia 12 s/d 14 Tahun
Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya.
Bagi yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan
online chat. Tekankan kembali pada kesepakatan dasar tentang penggunaan
Internet di rumah, yaitu tidak memberikan data pribadi apapun. Pada usia ini
anak-anak harus sudah memahami bahwa faktanya orang-orang di Internet bisa jadi
tidaklah seperti yang dibayangkan atau digambarkan. Usia ini juga saatnya
anak-anak mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas.
Sangatlah alamiah apabila seorang anak mulai tertarik dan
penasaran dengan lawan jenisnya. Mereka akan mencoba melakukan eksplorasi untuk
memenuhi rasa ketertarikan dan penasaran mereka. Dalam masa ini, orang tua
harus waspada terhadap apa yang dilakukan anaknya. Orang tua tidak harus berada
di ruangan yang sama dengan sang anak ketika anak tersebut tengah menggunakan
Internet. Tetapi anak tersebut harus tahu bahwa orang tua berhak untuk keluar-masuk
ke dalam ruangan tersebut kapan saja dan menanyakan apa yang dilakukan anak
tersebut ketika sedang online.
Janganlah terkejut apabila anak-anak mulai tertarik dengan
materi-materi seksual. Bagaimana orang tua menghadapi hal tersebut, tentu saja
tergantung kepada penilaian masing-masing orang tua terhadap materi tersebut.
Yang harus diperhatikan adalah materi-materi seksual yang dapat ditemukan
ditemukan di Internet adalah berbeda dan kerap lebih berani ketimbang yang bisa
didapatkan di media cetak. Jika seorang anak melakukan eksplorasi yang mendalam
di Internet, dia bisa saja mendapatkan situs, newsgroup atau mailing-list yang
mengeksplorasi fantasi seksual, yang dapat mengganggu ataupun menakutkan bagi
orang tua maupun sang anak.
Hal ini menguatkan pendapat mengenai pentinganya pemasangan
software filter, keterlibatan orang tua yang intensif, menekankan nilai dan
norma keluarga serta meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antara orang tua
dan anak. Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orang tua untuk
bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya.
Pemasangan software filter dan monitor pada usia ini bisa berdampak pada
timbulnya resistansi sang anak kepada orang tua. Untuk itu kejujuran kepada
sang anak menjadi penting, sehingga mereka tahu apa yang orang tua mereka
lakukan dengan komputer mereka dan mengapa hal tersebut dilakukan.
Misalnya jika orang tua memasang software filter, haruslah
dijelaskan kepada anaknya bahwa hal tersebut dilakukan untuk melindungi mereka
dari materi-materi yang berbahaya atau tidak layak. Seperti keputusan untuk
tidak membiarkan anaknya bepergian ke suatu tempat yang cenderung berbahaya,
orang tua memiliki hak pula untuk melindungi anaknya melakukan surfing ke
situs-situs yang negatif di Internet.
Usia 14 s/d 17 Tahun
Masa ini adalah masa yang paling menarik dan menantang dalam
kehidupan seorang anak remaja dan orang tua. Seorang remaja akan mulai matang
secara fisik, emosi dan intelektual. Mereka haus akan pengalaman yang terbebas
dari orang tua. Ikatan-ikatan dengan keluarga tidak terlalu diperketat lagi,
tetapi tetap tidak menghilangkan peranan pengawasan orang tua. Kehidupan remaja
sangatlah rumit, sehingga mereka membutuhkan kebebasan sekaligus arahan pada
waktu yang bersamaan. Remaja kerap melakukan hal-hal yang beresiko tinggi, bagi
online maupun offline. Tidak jarang remaja memutuskan untuk bertemu muka dengan
seseorang yang dikenalnya di Internet, tentu saja tanpa pengawasan orang tua.
Untuk itu perlu ditekankan benar-benar kepada remaja bahwa
siapapun yang mereka kenal di Internet belumlah tentu seperti apa yang mereka
bayangkan dan bisa jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terkadang
sulit untuk memberikan pemahaman kepada remaja, tidak jarang mereka memahami
bahwa biar bagaimanapun mereka membutuhkan perlindungan terhadap pihak-pihak
yang dapat mengeksploitasi mereka. Remaja haruslah diberikan pemahaman bahwa
kontrol berada di tangan mereka dengan cara waspada terhadap tanda-tanda keberadaan
pihak yang dapat merugikan mereka.
Bahaya yang terbesar adalah jika seorang remaja putri bertemu
dengan seseorang yang hanya dikenalnya melalui Internet. Jika remaja putri
tersebut tetap memaksa ingin bertemu, maka dia haruslah mengajak seorang sahabat
atau teman dekatnya untuk menemaninya. Pertemuan tersebut haruslah di tempat
publik yang terbuka dan banyak orang. Bagi orang tua, berpikir dan bertindaklah
dengan berkacamata pada masa remaja dulu. Tetapkan harapan yang masuk akal dan
jangan berlebihan apabila suatu ketika anak remajanya melakukan sesuatu di
Internet yang melanggar peraturan keluarga yang telah ditetapkan. Ini bukan
berarti orang tua tidak boleh menanggapi secara serius dan menegakkan
pengawasan serta disipilin, tetapi cobalah memandang sesuatu secara lebih luas
lagi.
Jika seorang remaja menceritakan sesuatu kepada orang tua tentang
hal-hal negatif yang ditemuinya di Internet, respon orang tua janganlah
mencabut hak anak remaja tersebut dalam menggunakan Internet. Orang tua harus
bertindak sportif dan bekerjasama dengan anak remajanya untuk mencegah hal-hal
yang negatif terulang lagi di kemudian hari. Ingatlah, tidak lama lagi seorang
anak remaja akan berangkat dewasa. Mereka tidak sekedar harus tahu tentang
bagaimana cara bersikap yang baik, tetapi juga harus tahu bagaimana cara
membuat pertimbangkan mana yang baik dan mana yang tidak baik, baik offline
maupun online. Hal tersebut akan lebih produktif dan aman bagi kehidupan mereka
di masa depan.
Teknologi memang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Kini
anak-anak pun telah merasakan perkembangan teknologi tersebut. Terbukti lewat
gadget yang dimilikinya dan berbagai aplikasi yang tersedia di dalamnya. Namun,
dalam perkembangan anak terdapat dampak negatif dan positif dari terlibatnya
gadget dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu terdapat tahapan-tahapan
pengenalan gadget yang sesuai dengan usia anak guna mengarahkan anak dalam
penggunaan gadget yang benar. Jika telah mengetahui tahapan tersebut secara
benar, maka akan tercipta situasi yang kondusif antara perkembangan anak dan
teknologi melalui gadget yang dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar